Sejarah Desa Blendung (diperoleh dari Narasumber yang kuat)

Jauh sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hiduplah seseorang di sebuah pedukuhan yang dinamakan “Wonosari”. Dukuh Wonosari terletak berdekatan dengan pedukuhan “Sekiong” (sekarag Desa Pamutih). Singkat cerita, orang tersebut melakukan perjalanan ke utara yang pada saat itu masih berupa hutan (dalam bahasa Jawa disebut dengan alas), dengan maksud membabat (babat) hutan. Membabat di sini diartikan menebang hutan yang akan dijadikan sebagai tempat pemukiman manusia.
Dalam perjalanannya membabat hutan, beliau membawa bekal berupa makanan. Makanan tersebut dinamakan “Blendung”. Blendung di sini bukan seperti pendapat orang kebanyakan yang menganggap “Blendung” berasal dari Jagung yang direbus dan diberi parutan kelapa, tetapi Blendung yang berasal dari buah pohon Dadap bernama Kecilung yang direbus. Jadi, dapat disimpulkan, asal mula nama “Blendung” adalah sebuah makanan dari buah pohon Dadap bernama Kecilung yang direbus oleh Si Pembabat tersebut sebagai bekal dalam perjalanannya membabat hutan. Dari peristiwa itu, kemudian tanah hasil pembabatan beliau diberi nama “Dukuh Blendung”.
Berlanjut pada abad ke-19, wilayah Ulujami masih terdiri dari banyak pedukuhan yang dipimpin oleh bekel (lurah). Dahulu, belum ada nama Desa Blendung (dulu Dukuh Blendung), Pamutih, Kertosari, Pagergunung, Bumirejo, Ambowetan, Ambokulon, Wiyorowetan, Kaliprau, dan lainnya. Akan tetapi, wilayah tersebut masih berupa pedukuhan-pedukuhan seperti Dukuh Wonosari (sekarang Blendung), Sirukem, Sekiong, (sekarang Pamutih) dan lain sebagainya. Kemudian, pada tahun 1923 oleh kebijakan pemerintah penjajahan Belanda terjadi penggabungan (merger) pedukuhan-pedukuhan di wilayah Ulujami menjadi sebuah desa. Nah, dari peristiwa inilah Dukuh Wonosari dan Dukuh Blendung digadung menjadi sebuah desa yang bernama Blendung. Lurah yang pertama kali menjabat di Desa Blendung adalah Mbah Tambas. Mbah Tambas menjadi lurah melalui pemilihan oleh rakyat (kodrah). Pada tahun pertama berdirinya Desa Blendung, pusat pemerintahan desa bukan di Wonosari, tetapi sudah di Desa Blendung (dulu Dukuh Blendung).

Daftar Nama Kepala Desa Blendung
Tahun 1923-sekarang

1. Tambas (1923-1939)
2. Tarso (1939-1942), (1942-1945), (1945-1947)
3. H. Anwar (1947-1949)
4. Tarso (1949-1952)
5. Madi H. Dahlan (1952-1987)
6. Muhroni (Ymt. Kades 1987-1989)
7. H. Abu Jerimin (1989-1997)
8. Muhroni (Ymt. Kades 1997-1998)
9. Suyik (1998-2006), (2006-2012)
10. Rumyati (2013-sekarang)

Narasumber:
H. Anas Suharjo ditulis pada 24 Juli 2011